
JAKARTA - Salah satu armada laut yang dimiliki TNI AL, KRI Diponegoro-365, dipastikan akan bertolak ke Lebanon pada 13 Februari 2009 untuk bertugas selama enam bulan dalam misi perdamaian PBB.
"Kapal sudah siap untuk berlayar dan bertempur," kata Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edy Purdijatno yang ditemui wartawan di Cilangkap, Jakarta, Jumat (30/1).
Kepastian keberangkatan kapal perang yang nantinya akan dilengkapi dengan sebuah helikopter (NBO-105) diterima TNI AL melalui surat dari pihak PBB. PBB pun telah menyatakan kapal tersebut layak untuk diberangkatkan.
Terkait masalah pembiayaan, Tedjo mengatakan, seluruh biaya yang dikeluarkan dalam misi ini akan ditanggung oleh PBB. Nantinya, TNI AL akan menerima dana penggantian biaya operasional. Namun, uang tersebut tidak akan digunakan untuk menambah anggaran TNI, tetapi untuk biaya pembelian kapal baru atau biaya operasional misi-misi selanjutnya.
Sumber : KOMPAS
Minggu, 01 Februari 2009
KRI Diponegoro-365 Berangkat 13 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar