Jakarta - Mabes TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan, akan memperkuat pos-pos pengamanan TNI di Papua, terutama di titik-titik rawan seperti di kawasan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Christian Zebua kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu, mengatakan, perkuatan dilakukan dengan penambahan personel dari Kodam Trikora.
"Jadi, masih personel organik di Kodam setempat. Bukan personel yang di-BKO dari luar," katanya.
Perkuatan itu, lanjut Christian, dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyerangan lagi oleh Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), terutama oleh kelompok Goliat.
Dijelaskannya, gangguan berupa tembakan oleh OPM terhadap pos-pos pengaman TNI di kawasan Tingginambut, telah terjadi beberapa kali terakhir pada Jumat (13/3) malam. "Namun, kami berupaya untuk tidak melakukan tindakan balasan membabi buta. Sampai pada Sabtu (14/3) siang saat anggota TNI melakukan patroli rutin di kawasan itu dihadang hingga terjadi baku tembak dan menyebabkan satu anggota TNI AD meninggal dunia," tuturnya.
Christian mengakui, pelaku penyerangan tidak sempat terkejar oleh aparat TNI. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan polisi untuk mencari pelaku sambil memperkuat personel di pos-pos pengamanan tidak saja di Puncak Jaya, tetapi di semua titik rawan di Papua.
Jenazah Praka Saiful Yusuf anggota 754 yang gugur ditembak TPN/OPM, Sabtu siang di kawasan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya berhasil dievakuasi ke Mulia.
Danrem 173 Biak Kol Inf Hery Ramlan mengemukakan, jenazah dievakuasi sekitar 18.30 WIT ke Ibukota Puncak Jaya, Mulia dan direncanakan disemayamkan di aula kantor bupati setempat.
Korban yang bertugas di pos Gurage kawasan Tingginambut itu terkena tembak di bagian kepala.
Ketika ditanya apakah akan dilakukan pengejaran terhadap pelaku, Dandrem 173 yang wilayahnya meliputi Biak, Paniai, Nabire, dan Puncak Jaya itu mengakui, kemungkinan itu ada saja namun pihaknya akan melihat kondisi di lapangan.
Organisasi terlarang TPN/OPM sejak Jumat (13/3) menyerang pos 754 yang berada di Gurage. Bahkan kelompok bersenjata itu membakar dan merusak jembatan yang ada di kawasan tersebut.
Sumber : Antara
Kamis, 19 Maret 2009
TNI AD PERKUAT POS PENGAMANAN DI PAPUA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Tim Petembak TNI Angkatan Darat berhasil mengukir prestasi sebagai Juara Umum Lomba Tembak Asean Army Rifle Meet (AARM)-18 tahun 2008, di ko...
-
Jakarta - Komandan Pusat Pendidikan (Pusdik) Kopassus Kolonel Ricky Samuel menjadi salah satu korban tewas akibat jatuhnya heli TNI AD Bolko...
-
MENTERI Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengakui masih ada nepotisme maupun korupsi di tubuh Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI. Na...
-
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI bidang Pertahanan, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Minggu (7/6), mengungkapkan, armada perang Republ...
-
P2 Komando produksi Surya Sentra Ekajaya JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan industri pertahanan ...
-
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan Universitas Pertahanan Indonesia atau Indonesian Defense University yang dipraka...
-
SEBATIK - Sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, melakukan terjun tempur freefall dari pesawat Casa NC-212 milik...
-
Latihan Bersama (Latma) Operasi Udara antara TNI Angkatan Udara dengan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah berakhir yang ditandai den...
-
Ada jagoan terbaru saat mengunjungi stand BUMN Industri Strategis dalam pameran Indo Defence & Aerospace 2008 di Bandara Halim Perdanaku...
-
SURABAYA - Enam perwira Angkatan Laut (AL) Singapura mengunjungi markas komando (mako) Brigif-1 Marinir di Gedangan, Sidoarjo, Rabu (30/6). ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar