Walau masih dalam taraf penjajakan, kabar TNI AU bakal menerima 24 pesawat tempur Dassault Mirage 200-5 buatan Perancis mulai terdengar ke permukaan. Wacana penjajakan terhadap pesawat ini sekilas pernah disampaikan Wakil KSAU Marsdya TNI I Gusti Made Oka dalam wawancara dengan Angkasa, April 2008. Pesawat ini akan menjadi alternatif untuk mengganti armada F-5 Tiger II yang paling cepat tahun 2010 akan mulai dipensiunkan. Ada dua pilihan, pertama tawaran F-16C/D dari AS, kedua permintaan Dephan kepada TNI AU untuk mengkaji kinerja Mirage 2000-5. Sumber diluar TNI AU menyebut, Mirage 2000-5 yang sedang dijajaki berasal dari Qatar. AU Qatar berniat menghibahkan pesawat ini atau menjual-ulang ke pabriknya, Dassault. Sebagai penggantinya, Qatar akan belanja pesawat tempur lebih baru, Dassault Rafale. Pihak TNI AU sendiri belum berani berwacana lebih jauh. Dapat dimaklumi, yang punya hajat kan Dephan. Lebih repot lagi, kalau belum apa-apa telah digembar-gemborkan, takutnya pesawat batal dibeli atau diterima akibat masalah non teknis.
Jumat, 21 November 2008
TNI AU Ditawari 24 Mirage 2000-5
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Program pengadaan pesawat MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) RMAF Malaysia tengah memasuki tahap tender akhir, salah satu kandidat pesaw...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan Indonesia tetap menerima hibah pesawat tempur F-16 dari pemerintah Amerika S...
-
Jakarta - Terorisme saat ini telah menjadi ancaman global. Para pelakunya adalah orang-orang yang gemar dengan aksi-aksi radikal. Untuk memb...
-
TEMPO Interaktif, Jakarta - Brunei Darussalam akan membeli panser buatan PT Pindad. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan dilakuka...
-
JAKARTA - Peningkatan alokasi dana APBN Departemen Pertahanan menjadi Rp64,4 trilyun dari sebelumnya sebesar Rp45,2 trilyun akan dialokasi...
-
Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra melepas keberangkatan Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar