JAKARTA - Singapura memutuskan tidak lagi membahas Perjanjian Pertahanan (Defence Cooperation Agreement) dengan Indonesia. "Tidak ada lagi (pembahasan perjanjian pertahanan)," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta, Rabu (11/3).Karena saking terkait dan tak terpisahkan, perjanjian ekstradisi otomatis ikut gagal. Padahal, kesepakatan telah ditandatangani kedua kepala negara di Tampak Siring, Bali, 27 April 2007 lalu. Juwono mengaku tidak mengetahui alasan penghentian dua kesepakatan strategis itu.
"Tanya mereka (Singapura)," kata mantan duta besar RI untuk Inggris itu. Ditanya kemungkinan lanjutan pembahasan, Juwono menjawab singkat "Tidak ada," katanya. Sebelumnya, Juwono mengungkapkan, kemandekan pembahasan terjadi karena Singapura melalui Menteri Mentornya Lee Kuan Yew menganggap perjanjian ekstradisi tidak masuk akal.
Sumber : JURNAS
Sabtu, 14 Maret 2009
DCA Dihentikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Program pengadaan pesawat MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) RMAF Malaysia tengah memasuki tahap tender akhir, salah satu kandidat pesaw...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan Indonesia tetap menerima hibah pesawat tempur F-16 dari pemerintah Amerika S...
-
Jakarta - Terorisme saat ini telah menjadi ancaman global. Para pelakunya adalah orang-orang yang gemar dengan aksi-aksi radikal. Untuk memb...
-
TEMPO Interaktif, Jakarta - Brunei Darussalam akan membeli panser buatan PT Pindad. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan dilakuka...
-
JAKARTA - Peningkatan alokasi dana APBN Departemen Pertahanan menjadi Rp64,4 trilyun dari sebelumnya sebesar Rp45,2 trilyun akan dialokasi...
-
Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra melepas keberangkatan Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar