
JAKARTA - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso meminta DPR dan pemerintah serius dalam mempersiapkan kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang telah disusun dalam roadmap rencana strategis (Renstra) 2010-2024. Sebagai mana diketahui renstra jangka panjang TNI terbagi menjadi 4 tahap, Tahap I:2005-2009, Tahap II:2010-2014, Tahap III:2015-2019 dan Tahap IV: 2020-2024."Alutsista untuk planning jangka panjang," kata Budi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, Senin (11/5) di Jakarta. RDP yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR juga dihadiri oleh Dirut PT Pindad Ade Avianto Soedarsono, beliau menilai saat ini pemerintah masih lemah keberpihakannya dalam mendukung industri strategis dalam negeri. "Dukungan finansial minim," katanya. Dikatakan oleh anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat FX Soekarno berjanji akan memperjuangkan kemandirian alutsista.
Sumber : JURNAS
Rabu, 13 Mei 2009
Kemandirian Alutsita Butuh Dukungan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar