P2 Komando produksi Surya Sentra Ekajaya
JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan industri pertahanan dalam negeri, Departemen Pertahanan akan selalu membuka peluang untuk melakukan kerja sama dengan pihak-pihak swasta, khususnya yang bergerak di bidang pembuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista ).
“Mudah-mudahan ada kalangan dari industri swasta bisa memberikan masukan-masukan kepada pemerintah tentang keunggulan dari segi elektronika, kimia, dan fisika dari Alutsista kita,” ungkap Menhan saat berbicara di depan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVI Lemhannas RI, Jumat (15/5) di Gedung Lemhannas RI, Jakarta.
Menurut menhan peluang kerja sama tersebut dilakukan guna mengembangkan keterpaduan antara industri swasta dengan pihak pemerintah dibidang industri pertahanan, terlebih dari segi penerapan teknik dan teknologi pada alutsista, sehingga bisa mengurangi ketergantungan produk pertahanan dari luar negeri.
Menhan mengatakan bentuk kerja sama itu adalah prinsip pembangunan alutsista yang mengutamakan produk dalam negeri. Selain itu keterlibatan pihak industri swasta termasuk kedalam salah satu pilar pengguna industri pertahanan, selain perguruan tinggi dan komunitas Litbang.
“Misalnya PT Gobel kalau memang kuat di bidang elektronika apakah bisa kerja sama dengan lembaga elektronika nasional dalam mengembangkan sistem komando dan kendali yang memiliki khas Indonesia, buatan Indonesia, di buat di Indonesia dan kalau bisa bahan2 dari indonesia,” ujar Menhan.
Menhan juga menjelaskan saat ini Dephan sedang berusaha untuk melakukan pemetaan beberapa industri pertahanan swasta untuk diberi suntikan dana pinjaman dari bank pemerintah sebagai modal pembiayaan produksi.
Meski demikian menhan mengakui masih terdapat kendala dalam masalah dukungan pinjaman modal tersebut. Hal ini bisa terlihat pada permasalahan suku bunga pinjaman yang dikeluarkan oleh pihak bank pemerintah ataupun bank swasta yang masih terlalu tinggi sehingga memberatkan pihak industri pertahanan dalam negeri untuk melakukan pinjaman untuk biaya produksi.
“Tadinya diharapkan suku bunga bank bisa turun sekitar 4% atau 5%, tetapi ternyata di bank pemerintahpun, kalau pinjam rupiah masih mematok ratenya hampir sama dengan rate bank luar negeri,” kata menhan.
Namun pihak pemerintah melalui Menko Ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia tetap berusaha untuk mengkaji kembali permasalahan tersebut, dan dalam waktu dekat regulasi tentang perbankan itu diusahakan untuk dirubah agar industri dalam negeri melalui BUMN mendapatkan suntikan dana segar dari bank pemerintah dengan bunga yang cukup rendah.
Sumber : DMC
Selasa, 19 Mei 2009
Dephan Buka Peluang Kerja Sama Industri Pertahanan Dengan Pihak Swasta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Salah satu Rangkaian Latihan Bido Gesit 2010 Lanud Pekanbaru yaitu rebut cepat Pangkalan yang di kuasai musu...
-
Jakarta - Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kamis, menandatangani Penataan Kerangka Kerja bagi Keg...
-
JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menerima Kontingen petembak TNI AD usai mengikuti perlombaan...
-
SESKOAU (20/4),- Pembangunan TNI difokuskan pada modernisasi kekuatan dalam mewujudkan ”kekuatan pokok minimum pertahanan”. untuk mewuju...
-
JAKARTA - Dewan akhirnya menggagas desakan penghapusan utang negara sebesar Rp5,6 triliun untuk pembelian 39 kapal tempur eks-Jerman Timur. ...
-
SURABAYA - Sulit terealisasinya pemenuhan kebutuhan Alutsista (alat utama sistem pertahanan) TNI terutama kebutuhan kapal perang oleh produk...
-
Beberapa rudal dan munisi Sukhoi YOGYAKARTA - TNI AU akan membeli persenjataan berupa rudal dan amunisi udara senilai 90 juta dolar untuk pe...
-
Senjata MP 5 Produk Jerman Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Lak...
-
PUSPEN TNI - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah menjadi model gerakan pembangunan masyarakat pedesaan yang bersifat “bottom up”, dala...
-
detikNews-Yogyakata - Saat melakukan penangkapan terhadap kelompok Abdullah Sunata Cs, Densus 88 menggerebek dua lokasi. Dari dua lokasi ter...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar