Kapal Selam kelas U-214 buatan HDW-Jerman, salah
satu yang diminati TNI AL
JAKARTA - Dengan suara lantang di hadapan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan para purnawirawan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan, "daripada dapat kapal selam `ecek-ecek`, lebih baik uangnya untuk beli beras,".
Masih dengan nada suara yang sama, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah itu menambahkan, "masih banyak rakyat yang butuh makan, jadi lebih baik uangnya untuk beli beras daripada beli kapal selama yang seadanya," ungkapnya dalam sambutan di acara peringatan lima puluh tahun kesatuan kapal selam hiu kencana di Jakarta, Senin (10/8).
Pria yang dilantik sebagai orang nomor satu di matra laut pada 1 Juli 2008 itu mengatakan, Indonesia harus memiliki kapal selam yang spesifikasi teknik dan operasionalnya minimal sama dengan kapal selam negara tetangga.
Jadi, kata dia, Indonesia tidak dipandang remeh oleh negara lain. "Kapal selam itu tidak semata untuk bertempur, tetapi juga harus bisa memberikan efek daya tangkal," ujar lulusan Akademi Angkatan Laut 1975 itu.
Tedjo Edhy Purdijatno yang 14 tahun menghabiskan karir militernya di satuan udara TNI Angkatan Laut itu mengatakan, pihaknya tidak hirau darimana kapal selam itu akan diadakan Departemen Pertahanan, apakah Jerman, Rusia, Korea Selatan, atau Perancis.
"Yang jelas, kapal selam TNI Angkatan Laut ke depan dapat menyamai atau bahkan mengimbangi kapal selam negara lain," katanya menegaskan.
Dengan mantap dan yakin, Tedjo pun meminta agar dua kapal selam baru yang diidamkan dapat segera diadakan oleh pemerintah pada 2011.
"Tapi ya itu, kapal selamnya kalau hanya `ecek-ecek` karena anggaran terbatas, ya lebih baik anggaranya untuk beli beras, masih banyak rakyat yang butuh pangan," ucap Kasal.
Sumber : ANTARA
Rabu, 12 Agustus 2009
Lebih Baik Buat Beli Beras Jika Dibelikan Kapal Selam Seadanya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Program pengadaan pesawat MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) RMAF Malaysia tengah memasuki tahap tender akhir, salah satu kandidat pesaw...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan Indonesia tetap menerima hibah pesawat tempur F-16 dari pemerintah Amerika S...
-
Jakarta - Terorisme saat ini telah menjadi ancaman global. Para pelakunya adalah orang-orang yang gemar dengan aksi-aksi radikal. Untuk memb...
-
TEMPO Interaktif, Jakarta - Brunei Darussalam akan membeli panser buatan PT Pindad. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan dilakuka...
-
JAKARTA - Peningkatan alokasi dana APBN Departemen Pertahanan menjadi Rp64,4 trilyun dari sebelumnya sebesar Rp45,2 trilyun akan dialokasi...
-
Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra melepas keberangkatan Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar