Selasa, 09 Desember 2008

EKS TENTARA MALAYSIA PERIKSA PERLENGKAPAN PASUKAN TNI

PUSPEN TNI (9/12) - Mr. Don Too (eks serdadu Malaysia) memimpin inspeksi perlengkapan Kontingen Indonesia yang bertugas di Kongo, Senin (8/12). Mr Too adalah Ketua Tim Inspeksi PBB wilayah Goma dan Beni (kawasan Timur Kongo) yang bertugas memeriksa perlengkapan yang dimiliki kontingen (Contingent Owned Equipment/COE) yang tergabung dalam misi PBB.

Dalam pengecekan perlengkapan Kontingen Indonesia di Beni, Mr. Don Too dibantu oleh 5 orang anggota timnya yaitu dr. Olienka (WN Nigeria), Solomon Shok (WN Nigeria), Gregory Gabone (WN Tanzania), L.N Kurthansen (WN Denmark) dan James (WN Sierra Leone). Mr. Too merupakan pensiunan Letnan Kolonel Tentera Darat Malaysia dan terlibat dalam penumpasan pemberontakan komunis di negaranya tahun 1970-an. Anggota tim inspeksi COE lainnya sebagian besar merupakan pensiunan militer dan bahkan beberapa masih berdinas aktif di negaranya.

Pemeriksaan kali ini merupakan yang pertama bagi Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo yang baru bertugas di Kongo sejak 17 Oktober 2008. Inspeksi biasanya digelar setiap triwulan dan dimaksudkan untuk mengecek COE (peralatan utama dan peralatan pendukung) yang digunakan oleh kontingen negara yang ikut andil dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Melalui pengecekan diharapkan peralatan kontingen sesuai dan memenuhi standar PBB serta mampu melaksanakan fungsi yang telah dirancang untuk pencapaian keberhasilan misi PBB di Kongo. Disamping itu, pemeriksaan dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan sebuah Kontingen dalam melaksanakan mandat PBB.

Perlengkapan yang diperiksa terdiri atas dua bagian, yaitu peralatan utama (major equipment) dan peralatan pendukung (minor equipment). Perlengkapan utama meliputi rumah sakit level 1, mobil ambulan, kendaraan angkut personil, truck kargo, bengkel berjalan, tangki bahan bakar minyak, truck tangki air, prime over beserta trailernya, bulldozer, trailer kompresor udara, crane, bucket loader, greader, roller, dump truck, backhoe loader, concrete mixer, forklift, mesin penjernih air, generator, kontainer pendingin serta kontainer gudang. Sementara peralatan pendukung terdiri dari perlengkapan memasak dan peralatan makan, peralatan komunikasi, peralatan kantor, toolkit tukang kayu dan bangunan, peralatan penjinak bahan peledak (jihandak), tenda, alat bantu lihat (teropong siang/malam) serta GPS dan kompas.

Selain peralatan utama dan peralatan pendukung, Tim inspeksi PBB juga memeriksa perlengkapan setiap prajurit dimana sesuai standar PBB harus dilengkapi dengan perlengkapan perorangan lapangan yang terdiri dari helm tempur, rompi anti peluru, jaket tempur, pakaian dinas lapangan, sepatu lapangan, jas hujan, sleeping bag, ransel, kelambu lapangan, veldples, senter militer, peralatan survival, perlengkapan P3K dan lain-lain.

Perjanjian yang disepakati antara pemerintah Indonesia dengan PBB adalah penggunaan sistem “Wet Lease” yang merupakan sistem pembayaran di mana negara kontributor menyediakan dan bertanggung jawab untuk memelihara seluruh peralatan utama dan peralatan pendukung sementara PBB sebagai pihak penyewa wajib menyediakan pembayaran (reimbursement) atas penyediaan kebutuhan ini.

Meskipun hubungan Indonesia-Malaysia cukup menghangat belakangan ini akibat masalah perbatasan, namun Mr. Too melakukan tugasnya secara profesional sesuai ketentuan yang ditetapkan PBB. Bahkan dalam sambutannya dia memuji kesiapan Kontingen Indonesia dalam inspeksi COE kali ini.(sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Antara (13) Anti Teror (20) Asia (27) Berita (48) Eropa (5) Feature (10) Indonesia (55) Industri Pertahanan (47) Intelijen (9) Kerja Sama (91) Konflik (42) Latihan Perang (48) Luar Negeri (43) Militer (101) Pameran Teknologi (30) PBB (44) Perang (4) Pertahanan (155) Polisi (5) Politik (62) Serah Terima Jabatan (1) Teknologi (91) Timur Tengah (6) TNI (105) TNI-AD (46) TNI-AL (140) TNI-AU (83) tnial (3) Today's Pic (7) US Army (2) War (2)
Diberdayakan oleh Blogger.
Defender Magazine