Selasa, 16 Desember 2008

HARI JUANG KARTIKA ERAT DENGAN PERISTIWA HEROIK PALAGAN AMBARAWA

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menegaskan, Hari Juang Kartika sebagai hari jadi TNI Angkatan Darat sangat erat kaitannya dengan peristiwa heroik Palagan Ambarawa tanggal 15 Desember 1945, yang telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya.

Hal ini disampaikan Kasad ketika memimpin Upacara Hari Juang Kartika Tahun 2008 di lapangan Upacara Desa Nawangan, Kabupaten Pacitan Jawa Timur, Senin, (15/12). Pada upacara kali ini Kasad menyematkan tanda kehormatan negara berupa Bintang Yudha Dharma Pratama kepada Kas Kostrad Mayjen TNI Markus Kusnowo dan Asrena Kasad Mayjen TNI Karsidi, sedangkan yang bertindak sebagai Komandan Upacara, yaitu Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Divisi II Kostrad Kolonel Inf Awaluddin.

Menurut Kasad, Peristiwa Palagan Ambarawa yang selanjutnya di peringati sebagai Hari Juang Kartika ini memiliki arti amat penting, bukan saja bagi TNI Angkata Darat, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena pada hari itu Kolonel Sudirman yang kemudian menjadi Panglima Besar beserta segenap rakyat dan prajuritnya sebagai cikal bakal TNI, menunjukkan pengabdian besarnya kepada nusa dan bangsa dengan keberhasilannya mengusir tentara Sekutu dari bumi pertiwi ini. Dengan begitu besarnya nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Palagan Ambarawa ini, maka tanggal 15 Desember telah dipilih dan ditetapkan sebagai Hari Juang Kartika yang sebelumnya di peringati sebagai hari korps Infanteri, melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 163 tahun 1999.

Oleh karena itu Kasad mengharapkan, agar prajurit TNI Angkatan Darat hendaknya mampu meneladani semangat juang, keuletan dan keberanian serta semangat tidak mengenal menyerah yang telah ditunjukkan Panglima Besar Jenderal Soedirman, sehingga hikmah dari peristiwa Palagan Ambarawa tetap membahana dan senantiasa menjiwai seluruh langkah dan pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat di masa kini dan masa yang akan datang. Nilai-nilai kebersamaan dan kemanunggalanTNI/Rakyat yang lahir dari peristiwa Palagan Ambarawa itu harus senantiasa dijaga dan dipelihara, sehingga kemanunggalan TNI/Rakyat akan terwujud sepanjang masa. Karena sejarah menunjukkan, bahwa berbagai masalah kebangsaan selalu dapat diselesaikan melalui sinergi kekuatan TNI dengan rakyat, kata Kasad.

Kasad mengungkapkan, penyelenggaraan peringatan Hari Juang Kartika tahun ini sengaja diselenggarakan di daerah Pakis, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, dimaksudkan untuk menelisik kembali perjalanan Panglima Besar Jenderal Soedirman beserta pasukannya berjuang melawan bangsa penjajah yang memiliki peralatan dan sistem persenjataan yang lebih kuat dan modern. Di daerah inilah Panglima Besar Jenderal Soedirman memimipin, mengatur strategi dan mengendalikan pasukannya untuk melaksanakan perang gerilya dengan peralatan dan senjata seadanya, namun dengan semangat juang, keuletan dan keberanian serta semangat tidak mengenal menyerah, Panglima Besar Jenderal Soedirman dan segenap prajuritnya berhasil menghancurkan dan memaksa tentara penjajah menyerah kalah. Nilai-nilai kejuangan itulah yang harus dilestarikan dan diimplementasikan dalam menjalankan tugas bagi seluruh prajurit TNI Angkatan Darat dimanapun berada dan bertugas, tegas Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo. (Dispenad)(Sumber)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Antara (13) Anti Teror (20) Asia (27) Berita (48) Eropa (5) Feature (10) Indonesia (55) Industri Pertahanan (47) Intelijen (9) Kerja Sama (91) Konflik (42) Latihan Perang (48) Luar Negeri (43) Militer (101) Pameran Teknologi (30) PBB (44) Perang (4) Pertahanan (155) Polisi (5) Politik (62) Serah Terima Jabatan (1) Teknologi (91) Timur Tengah (6) TNI (105) TNI-AD (46) TNI-AL (140) TNI-AU (83) tnial (3) Today's Pic (7) US Army (2) War (2)
Diberdayakan oleh Blogger.
Defender Magazine