
Jakarta - Komandan Pusat Pendidikan (Pusdik) Kopassus Kolonel Ricky Samuel menjadi salah satu korban tewas akibat jatuhnya heli TNI AD Bolkow BO105 HS7112 di Cianjur. Selain berdinas di baret merah, Ricky ternyata juga gemar panjat tebing.
Penelusuran detikcom, nama Ricky masih tercantum sebagai Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Ricky ditetapkan menjadi pengurus FPTI periode 2007-2011 berdasarkan SK KONI. Lembaga olah raga ekstrem ini dipimpin oleh Mayjen Rasyid Qarnuen Aquary.
Ricky merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1986. Sejak diwisuda sebagai perwira, Ricky memiliki karir yang cukup baik. Pada tahun 2001, Ricky dipercaya menjadi Komandan Batalyon Gabungan (Yon Gab) I di Ambon.
Saat dia memimpin Yon Gab I, ada masalah yang terjadi, sehingga membuat dia diminta untuk ikut diperiksa oleh tim investigasi dari Mabes TNI. Saat itu, pecah kasus pembantaian terhadap para pengungsi. Isu yang beredar pembantaian itu dilakukan oleh oknum Yob Gab I.
Meski Ricky Samuel pernah terserempet kasus itu, namun karirnya tetap menanjak. Pada 2007/2008, Ricky diangkat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Kemudian pada Mei 2008, Ricky yang berpangkat Kolonel dipercaya menjabat Danpusdik Kopassus.
Ricky dipastikan tewas dalam kecelakaan jatuhnya heli di Cianjur, Senin (8/6/2009). Ricky yang menjadi penumpang heli tersebut sedang dalam misi latihan rescue. Rencananya, jenazah Ricky akan dibawa ke Mako Kopassus malam ini sebelum diserahkan kepada keluarganya.
Saksi: Heli Terbang Rendah Kemudian Jatuh dan Meledak
Cianjur - Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab jatuhnya heli TNI AD di Kecamatan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat. Namun seorang saksi mata mengatakan, heli tersebut sempat terlihat terbang rendah sebelum akhirnya jatuh.
"Heli itu terbang rendah kemudian tidak terlihat karena kabut tebal. Tapi beberapa saat setelah itu, terdengar ledakan," kata Abas, warga setempat, kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/6/2009).
Menurut Abas, lokasi jatuhnya heli tersebut berupa daerah pegunungan. Jaraknya sekitar 15 km dari tempat tinggalnya. Meski demikian, kata Abas, suara ledakan yang di dengarnya cukup jelas.
"Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Warga kemudian bersama petugas mendatangi lokasi kejadian," imbuh Abas.
Ditambahkan Abas, kondisi jalan menuju tempat jatuhnya pesawat cukup sulit dilalui. Hal ini sedikit menghambat upaya pemberian bantuan kepada para korban.
helikopter Bolkow milik TNI Angkatan Darat (AD) di
Senin, 08 Juni 2009
Ricky Samuel, Kolonel Kopassus korban Heli TNI AD Jatuh di Cianjur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
SUNGAI RAYA - KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, empat pesawat tanpa awak segera ditempatkan di Pangkalan TNI AU Lanud Supadio pada ...
-
JAKARTA - Menjelang peleburan Detasemen Khusus Antiteror 88 pada Oktober 2010 nanti, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meminta tiap p...
-
BALIKPAPAN - TNI AL menambah kekuatan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Blok Ambalat. Senin (22/6), TNI AL bakal mengirimkan KR...
-
Program pengadaan pesawat MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) RMAF Malaysia tengah memasuki tahap tender akhir, salah satu kandidat pesaw...
-
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengatakan, pihaknya akan segera mengoperasikan Pos TNI Angkatan Laut (Posal) di Pulau Nipah, ...
-
Korps Marinir dan Marinir AS Serbu Banongan Marinir Amerika dan Indonesia melakukan pendaratan Amfibi bersama di Pantai Banongan, Asembagus,...
-
JAKARTA - Departemen Keuangan (Depkeu) dan DPR telah menyetujui penambahan anggaran operasional Tentara Republik Indonesia (TNI) sebesar Rp ...
-
Detik news Jakarta - Pesawat berjenis KT-1B berjuluk Woong Bee mengalami kecelakaan di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. TNI AU menggunaka...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar