Rabu, 02 Desember 2009

MP 5 dan HK 416 Gantikan Senjata Lama TNI-AL

Senjata MP 5 Produk Jerman
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Si tompul mengatakan, sebanyak 210 pucuk senjata inventaris TNI AL dari berbagai jenis dimusnahkan di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta Timut, Senin (30/11).
“Pemusnahan senjata tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Persenjataan dan Elektronika Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Santosa dan disaksikan oleh Athan Jerman Colonel (GS) Harmut Stefanski serta Perwakilan Pemerintah Jerman Hans Joere Brunner,” ujar Kadispenal melalui siaran pers yang diterima Jurnal Nasional, di Jakarta, kemarin.
Senjata HK 416 Produk Jerman
Menurut Kadispenal, senjata-senjata produksi Jerman yang dimusnahkan dan akan diremajakan itu terdiri dari 90 pucuk M 16 Assault Rifle kaliber 5,56 mm, 50 pucuk AK 47 Assault Rifle kaliber 7,62 mm, 50 pucuk Pistol FN Browning HP M 46 kaliber 9 mm dan 20 pucuk Pistol Sig Sauer kaliber 9 mm.
Tri Santosa dalam sambutannya mengatakan, pemusnahan ini dilaksanakan untuk mengurangi beban tanggung jawab dan risiko yang ditimbulkan, baik secara administrasi maupun anggaran, disamping juga untuk mewujudkan rencana program pengadaan senjata yang lebih modern.

“Sebagai penggantinya untuk peremajaan, pada tahun anggaran 2008 TNI AL telah melaksanakan pengadaan senjata produk Jerman yaitu MP 5 dan HK 416, yang diharapkan dapat mewujudkan kesiapan tempur dan profesionalisme prajurit TNI AL,” katanya.(Sumber : Jurnas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Memuat...
Antara (13) Anti Teror (20) Asia (27) Berita (48) Eropa (5) Feature (10) Indonesia (55) Industri Pertahanan (47) Intelijen (9) Kerja Sama (91) Konflik (42) Latihan Perang (48) Luar Negeri (43) Militer (101) Pameran Teknologi (30) PBB (44) Perang (4) Pertahanan (155) Polisi (5) Politik (62) Serah Terima Jabatan (1) Teknologi (91) Timur Tengah (6) TNI (105) TNI-AD (46) TNI-AL (140) TNI-AU (83) tnial (3) Today's Pic (7) US Army (2) War (2)

Follow by Email

Diberdayakan oleh Blogger.
Defender Magazine