SURABAYA (BP) - Suasana di Blok Ambalat belakangan kian memanas. Sejumlah kapal patroli Tentara Diraja Laut Malaysia, kian berani masuk ke wilayah perairan Indonesia. Seakan mereka memancing kemarahan pemerintah Indonesia. Mereka menghindar setelah diusir oleh kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut (AL) yang setiap hari disiagakan di laut tersebut.
Bila kapal perang TNI AL sedang berpatroli di tempat lain, mereka pun kembali lagi di kawasan yang ditengarai kaya dengan migas itu. Pemandangan seperti itu, ditemui hampir setiap hari yang membuat TNI Angkatan Laut, kesal melihat ulah kapal-kapal perang Malaysia tersebut.
KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhy Poerdijatno yang ditemui wartawan usai melantik 222 perwira baru di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) Bumimoro, Krembangan, Surabaya, Senin (27/10) pagi kemarin mengatakan, TNI Angkatan Laut mengerahkan lima kapal perang untuk mengusir kapal patroli Malaysia yang masuk wilayah perairan Indonesia di Ambalat.
Lima KRI tersebut sepanjang hari selalu berada di sana, dengan secara bergantian.
”Saya menempatkan lima kapal perang sepanjang hari untuk tongkrong di Ambalat. Mereka melakukan pengusiran terhadap kapal-kapal patroli Malaysia,” jelas KSAL, mantan komandan KRI Teluk Lampung yang hampir tenggelam saat mengambil kapal eks Jerman Timur dulu.
Menurut penerbang TNI Angkatan Laut itu, dua cara pengusiran yang dilakukan oleh kapal perang TNI AL. Pertama melalui radio komunikasi. Bila mereka tidak mengubris, maka kapal-kapal perang yang dilengkapi dengan persenjataan mutakhir itu, mendekatinya. Sialnya, kapal-kapal patroli Angkatan Laut Diraja Malaysia itu, tetap saja kucing-kucingan dengan kapal perang TNI AL.
‘’Kenapa mereka berani melakukan hal itu ?” Kata KSAL, pemerintah Malaysia, juga mengklim bahwa blok Ambalat itu, juga masuk wilayah laut mereka. Sedangkan menurut pemerintah Indonesia, masuk ke wilayah RI. ‘’Kita menyatakan kepada mereka bahwa perairan Blok Ambalat itu wilayah RI. Tapi pemerintah Malaysia, juga mengaku wilayahnya,” tutur Tedjo Edhy.
Dengan kian menghangatnya masalah Ambalat tersebut, Jumat pekan lalu, Menkopolhukam Widodo AS mengundang Panglima TNI, para kepala staf TNI dan Kapolri untuk membicarakan masalah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang banyaknya pelanggaran yang sering dilakukan Malaysia di Ambalat. Indonesia, akan mengirim nota diplomatik ke pemerintah Malaysia, sehingga perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut, segera diselesaikan. Tapi lucunya Malaysia, juga mengirim nota yang sama ke pemerintah Indonesia, karena mereka mengaku masuk wilayahnya.
Selain mengerahkan KRI, TNI juga mengirim dua tim Komando Pasukan Katak (Kopaska), pasukan elit TNI AL dan Marinir. (din/jpnn)
Rabu, 29 Oktober 2008
Ambalat Kian Menghangat, Kopaska Sudah Dikirim
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Kodam IX/Udayana mempersiapkan secara dini konsep pengamanan pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) yang rencananya dilangsungkan pada tanggal...
-
P2 Komando produksi Surya Sentra Ekajaya JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan industri pertahanan ...
-
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan Universitas Pertahanan Indonesia atau Indonesian Defense University yang dipraka...
-
Su-27 TNI-AU (photo : Fuerza Aerea) Tiga Sukhoi Dijadwalkan Tiba di Indonesia Akhir 2009 Bandung, (Analisa)Tiga pesawat Sukhoi terakhir yang...
-
JAKARTA - Menjelang peleburan Detasemen Khusus Antiteror 88 pada Oktober 2010 nanti, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meminta tiap p...
-
KRI Diponegoro. (Foto: detikFoto/Zainal Effendi) 23 November 2009, Jakarta -- Ada banyak cerit...
-
SURABAYA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengunjungi CV Sari Bahari industri rekanan PT Pindad Malang yang memproduksi casing Bomb ...
-
JAKARTA - Pemerintah mengintensifkan pembahasan pembentukan coast guard atau penjaga pantai. Alasannya, Undang-Undang No 17 Tahun 2008 tenta...
-
Penutupan Latihan Bersama Flash Iron 10-2 JECT 2010 BANYUWANGI - Assisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Among M...
-
Program pengadaan pesawat MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) RMAF Malaysia tengah memasuki tahap tender akhir, salah satu kandidat pesaw...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar