
Jakarta - Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kamis, menandatangani Penataan Kerangka Kerja bagi Kegiatan Kerja Sama bidang Pertahanan.
Republik Indonesia diwakili Direktur Jenderal Strategi Pertahanan RI, Mayor Jenderal Syarifudin Tippe dan AS diwakili Deputi Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan Asia Selatan dan Tenggara, Robert M Scher.
Penataan Kerangka Kerja tersebut, menurut siaran pers Kedubes AS, di Jakarta, Kamis, dimaksudkan untuk mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja sama di bidang pertahanan yang didasarkan pada prinsip saling menghormati, saling menguntungkan dan saling percaya.
Bidang-bidang yang mencakup kerja sama tersebut meliputi, dialog keamanan, pendidikan dan pelatihan, industri pertahanan, pengadaan peralatan militer, keamanan maritim dan bidang kerja sama lain yang telah disepakati bersama.
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah bekerja sama selama satu tahun terakhir untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi lembaga pertahanan kedua negara sekaligus memberikan kontribusi bagi keamanan regional.(Sumber : Antara)
Jumat, 11 Juni 2010
RI-AS Menandatangani Penataan Kerangka Kerja Sama Pertahanan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar