DEPARTEMEN Pertahanan (Dephan) mengkaji kembali perlunya pengadaan kapal selam bagi TNI AL. Alasannya, pengadaan kapal selam menghadapi sejumlah kendala serius. Yakni besarnya anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana seperti dermaga, fasilitas perbaikan, dan sistem pendukung lainnya.
"Diperkirakan anggaran (sarana pendukung) mencapai 20 persen dari harga kapal selam," kata Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan (Dephan) di Jakarta, Kamis (30/10). Artinya, dengan harga minimal Rp3,5 triliun setidaknya dibutuhkan tambahan Rp700 miliar.
Padahal, jika merujuk kredit ekspor yang ditawarkan negara peminjam pembangunan sarana pendukung tidak termasuk item pengadaan senjata. Contohnya kredit negara US$1 miliar yang ditawarkan Rusia. "Jadi mau tak mau dana pembangunan sarana dari APBN," katanya.
Menurut Eris, pembangunan dengan biaya besar dari dana APBN jelas sulit dilakukan. Minimnya dana pertahanan yang diterima Dephan beberapa tahun belakangan tentu membuat Dephan harus menetapkan prioritas. Dipastikan pembangunan sarana tidak dianggap mendesak.
"Tapi semua kemungkinan masih terbuka," kata mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional itu. Dari kajian TNI AL, tiga negara produsen menjadi incaran yakni Rusia, Jerman, dan Korea. Pekan lalu, Kepala Staf TNI AL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengadakan kunjungan ke Rusia.
"Masih ditimbang-timbang mana yang terbaik," katanya. Sementara itu, Dephan dalam waktu dekat akan menetapkan pemenang tender overhaul kapal selam KRI Nanggala-402. "Calonnya ada dua," kata Eris. Pertama adalah HDW dari Jerman dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd dari Korea Selatan. Hingga kini Dephan masih menjajaki kedua calon pemenang tender tersebut.
Perbaikan menyeluruh kapal selam tipe 209 itu tampaknya condong dilakukan di galangan kapal Korea. Alasannya, sebelumnya matra laut telah melakukan overhaul kapal selam KRI Cakra-401 di tempat yang sama. Negeri gingseng juga menawarkan alih teknologi.
Sabtu, 01 November 2008
Pengadaan Kapal Selam Dikaji Kembali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Beirut - Komandan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) Mayjen Claudio Graziano mengatakan, tambahan pasukan infante...
-
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menegaskan pihaknya komitmen untuk menggunakan senjata dan peralatan militer yang diproduksi i...
-
Upaya pemimpin Amerika untuk memerangi kelompok al-Qaeda tidak dianggap berhasil, seperti terungkap oleh sebuah jajak pendapat yang dilaksan...
-
American soldiers from the 6th Squadron, 4th Cavalry exchanged fire with insurgent fighters from the combat outpost Lowell near Kamu, Afghan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Juan Carlos Medina Fernandez yang akan mengakhiri masa tugasnya di Lebanon, secara khusus da...
-
PUSPEN TNI (30/12) - Komandan Satuan tugas (Satgas) Konga XXV-A/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon), Letkol CPM Ujang Martenis,...
-
Untuk mengantisipasi situasi yang semakin memanas di Lebanon, Kontingen Garuda XXVI-A yang tergabung dalam misi UNIFIL telah menyiapkan Quic...
-
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menegaskan, Hari Juang Kartika sebagai hari jadi TNI Angkatan Dara...
-
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengharapkan agar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) direvitalisasi untuk mampu berperan sebagai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar