Phnom Penh - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Jumat [17/10] mengatakan bentrokan perbatasan dengan Thailand pekan ini di sekitar kuil Preah Vihear yang berumur 900 tahun itu tidak akan meningkat menjadi konflik yang lebih luas dan serius.
“Rakyat harus mengerti bahwa tidak akan ada perang berskala luas terjadi,” katanya kepada wartawan setelah sidang kabinet mingguan, dan menambahkan penduduk yang tinggal dekat perbatasan itu tidak perlu kuatir.
Kedua pihak berusaha meredakan ketegangan sejak tiga tentara Kamboja tewas dalam baku tembak 40 menit di sepanjang perbatasan yang disengketakan dekat kuil itu.
“Perundingan-perundingan kemarin sangat baik, walaupun kita tidak mencapai tujuan yang kita inginkan. Situasi di perbatasan umumnya baik,” kata Hun Sen.
Ia membantah tuduhan-tuduhan Thailand bahwa tentara Kamboja menempatkan ranjau-ranjau baru di sepanjang perbatasan itu, yang merupakan salah satu dari perbatasan-perbatasan paling banyak ranjau di dunia setelah puluhan tahun perang saudara , termasuk pendudukan selama bertahun-tahun oleh Khmer Merah pimpinan Pol Pot.
Hun Sen mengatakan tidak perlu pihak luar, seperti PBB atau ASEAN melibatkan diri dalam sengketa itu.
Beberapa pengamat mengaitkan pecahnya pertempuran di perbatasan itu dengan ketidakstabilan politik yang melanda Thailand dalam tiga tahun belakangan ini, dan yang agaknya mencapai klimaks lain.
PM Thailand Somchai Wongsawat mengusulkan satu pertemuan mitra-mitra koalisinya , Jumat di tengah-tengah meningkatnya spekulasi bahwa ia akan mengusulkan pemilu dipercepat setelah panglima militer mengatakan ia harus mengundurkan diri.
“Saya agak ragu bahwa tindakan Thailand itu lebih mencerminkan nasionalisme yang meningkat yang menurut militer mereka harus menunjukkan untuk menjaga penduduk berada di pihak mereka,” kata Derek Tonkin , mantan dubes Inggris untuk Thailand. Kuil Preah Vihear membangkitkan semangat nasionalis di kedua negara selama beberapa generasi.
Mahkamah Internasional memutuskan pada tahun 1962 kuil itu milik Kamboja, satu keputusan yang melukai perasaan Thailand sejak itu, tetapi gagal menetapkan kepemilikan tanah seluas 4.6 hektar dekat reruntuhan kuil Hindu itu.
Sebelumnya dalam sidang kabinet itu, Hun Sen mengimbau peningkatan pengeluaran militer , pertama sejak ambruknya Khmer Merah tahun 1998.
Ia juga menyerukan pengheningan cipta selama satu menit pada awal sidang kabinet itu untuk para tentara Kamboja yang tewas pekan ini. “Mereka mengorbankan nyawa mereka untuk membela negara kita dalam menghadapi satu invasi asing,” katanya. ( antara )
Minggu, 19 Oktober 2008
PM Hun Sen: Bentrokan Di Perbatasan Dengan Thailand Tidak Meningkat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Jakarta - Meski belum banyak terbukti, TNI sering dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM berat di...
-
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 saat melaksanakan pemboman kearah target yang ada di lepas Pantai Pacitan. (Foto : ...
-
Ramadhian Fadillah - detikNews Jakarta - Tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945...
-
Satu Flight pesawat tempur F-16 yang berhome base di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun, Selasa (9/12) tiba di Lanud Sultan Hasanuddin d...
-
SURABAYA - Sejumlah kru pesawat P3C Orion milik US Navy, turun dari pesawat disambut sejumlah anggota TNI AL di Apron Base Ops Lanudal Juand...
-
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Sumardjono mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memberdayakan In...
-
Jakarta - TNI AL siap siaga menghadapi terorisme di laut. Sejumlah latihan sudah dilakukan demi kesiapan menanggulangi ancaman di wilayah pe...
-
Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Juan Carlos Medina Fernandez yang akan mengakhiri masa tugasnya di Lebanon, secara khusus da...
-
Tiga buah pesawat F-5 Tiger II bermanouver dilangit diatas manado, tepatnya dibandara Sam Ratulangi, Manado.ini adalah puncak pertunjukan ya...
-
Fotografer - Rois Jajeli Penghitungan hasil suara Pilgub Jatim mendapat pengamanan super ketat. Selain polisi, Kodam V/Brawijaya juga menur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar