JAKARTA--MI: Imparsial menilai total aset bersih bisnis TNI tidak wajar hanya Rp2,2 triliun. Menurut Imparsial jumlah itu tidak signifikan dibandingkan dengan kenyataan umum bisnis TNI masa Orde Baru dan sebelum UU TNI 2004 disahkan.
“Kami menilai laporan Tim Pelaksana Tim Nasional (Timnas) Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI belum menjangkau seluruh bisnis TNI. Atau kemungkinan unit-unit usaha yang dimiliki TNI sudah banyak dijual tapi hasil penjualannya tidak terjangkau Timnas,” kata Direktur Manajerial Imparsial Rusdi Marpaung di Jakarta, Kamis (6/11).
Rusi mengatakan berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) aset bisnis TNI mencapai Rp50 triliun. “Kita terkejut mendengar hasil penilaian Timnas yang menyatakan hanya Rp2,2 triliun aset bisnis TNI,” katanya.
Rusdi mengatakan metode yang digunakan dengan memberikan kuesioner ke pejabat TNI lalu mengisi sendiri aset bisinis TNI tidak cukup untuk mengetahui berapa persisnya aset TNI. “Yang kami tahu kuesioner itu diserahkan ke komandan (TNI) lalu daftar yang diserahkan komandan itu dicek Timnas ke lapangan. Kalau begini, bisa saja tidak semua tertulis, bisa saja pada saat menulis aset itu sang komandan lupa,” katanya.
Menurut Rusdi kalau mau menaruh curiga lebih jauh ada upaya-upaya pihak tertentu menyembunyikan unit bisnis TNI supaya jangan semuya dialihkan. ”Menurut kami harus ada upaya lagi untuk mengungkap semua aset bisnis TNI. Kami menghargai hasil Timnas yang sudah memulai pengalihan bisnis TNI, tapi tak cukup sampai di situ. Harus ada tindak lanjut untuk melakukan financial audite dan legal audite,” katanya.
Sementara itu, Peneliti Imparsial Swandaru mengatakan TNI harus betul-betul melepas seluruh unit-unit bisnisnya. ”Tidak ada alasan lagi bisnis TNI dijalankan untuk mensejahterakan prajurit. Sudah terbukti selama ini, bisnis TNI itu hanya dinikmati segelintir oknum TNI saja,” katanya.
Swandaru tidak mempersoalkan usulan agar yayasan dan koperasi tetap bisa dikelola TNI. ”Yang penting yayasan dan koperasi TNI itu harus dikelola orang-orang sipil, bukan prajurit TNI. Lebih baik lagi, kalau badan hukum untuk memenuhi keperluan TNI dengan mendirikan Badan Layanan Umum (BLU) yang hanya mengurusi TNI bukan berbisnis ke luar,” katanya. (KN/OL-02)
Selasa, 11 November 2008
Aset Bersih Bisnis TNI Hanya Rp2,2 Triliun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Jakarta - Meski belum banyak terbukti, TNI sering dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM berat di...
-
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 saat melaksanakan pemboman kearah target yang ada di lepas Pantai Pacitan. (Foto : ...
-
Ramadhian Fadillah - detikNews Jakarta - Tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945...
-
Satu Flight pesawat tempur F-16 yang berhome base di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun, Selasa (9/12) tiba di Lanud Sultan Hasanuddin d...
-
SURABAYA - Sejumlah kru pesawat P3C Orion milik US Navy, turun dari pesawat disambut sejumlah anggota TNI AL di Apron Base Ops Lanudal Juand...
-
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Sumardjono mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memberdayakan In...
-
Jakarta - TNI AL siap siaga menghadapi terorisme di laut. Sejumlah latihan sudah dilakukan demi kesiapan menanggulangi ancaman di wilayah pe...
-
Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Juan Carlos Medina Fernandez yang akan mengakhiri masa tugasnya di Lebanon, secara khusus da...
-
Tiga buah pesawat F-5 Tiger II bermanouver dilangit diatas manado, tepatnya dibandara Sam Ratulangi, Manado.ini adalah puncak pertunjukan ya...
-
Fotografer - Rois Jajeli Penghitungan hasil suara Pilgub Jatim mendapat pengamanan super ketat. Selain polisi, Kodam V/Brawijaya juga menur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar