JAKARTA--MI: Departemen Pertahanan mengadakan pameran internasional pertahanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan Indo Defence 2008 Expo & Forum kali ini diikuti sebanyak 400 perusahaan dari 37 negara, termasuk 11 Paviliun Country yang terdiri dari Indonesia, Singapura, Rusia, Amerika, Polandia, Jerman, Korea, Malaysia, Inggris, Belanda dan Bulgaria.
"Kegiatan ini berbeda dari sebelumnya, targetnya 30 ribu pengunjung," ujar Dirjen Sarana Pertahanan, Marsda Eris Herryanto.
Pameran yang berlangsung akan menampilkan sistem teknologi serta pelayanan terbaru untuk pertahanan di udara, darat, dan laut, serta berbagai teknologi dan produk terbaru, dilangsungkan selama empat hari, tiga hari untuk kalangan anggota TNI, Kepolisian, Departemen, jasa keamanan, profesional bidang kedirgantaraan dan pertahanan, akademi TNI serta perguruan tinggi. Di hari terakhir pameran terbuka bagi umum.
"kegiatan ini sebagai sumbangan di industri dalam negeri dalam rangka kemandirian. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menambah wawasan pengelola dan penyelenggara perindustrian pertahanan," tandasnya. (NJ/OL-02)
Rabu, 12 November 2008
Pameran Pertahanan Digelar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar