Kontingen Garuda XX-F yang saat ini bertugas di Negara Republik Demokrasi Kongo meningkatkan kewaspadaan terkait situasi keamanan yang kurang kondusif di wilayah Timur Kongo, khususnya di Kota Goma, Ibukota Provinsi North Kivu. Seperti diketahui, sejak seminggu terakhir situasi kota Goma mencekam setelah pasukan pemberontak pimpinan Jenderal Laurent Nkunda menyerang dan menduduki wilayah Rutshuru yang merupakan pintu gerbang menuju Goma dari arah Utara.
Setelah sebelumnya masyarakat Kota Goma memprotes kehadiran pasukan PBB yang dianggap gagal memberikan jaminan kemanan bagi masyarakat sipil, pasukan pemerintah (FARDC) dibantu oleh Mai-Mai (kelompok milisi lokal) berusaha merebut kembali wilayah Rutshuru dari tangan pemberontak. Namun hingga saat ini upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon beberapa waktu lalu telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan kemungkinan penambahan 3.000 pasukan penjaga perdamaian di Kongo. Permintaan penambahan pasukan tersebut meliputi 2 Batalyon Infanteri, 2 Kompi Pasukan Khusus, 18 Helikopter dan 2 buah pesawat Herkules. Rencananya sebagian besar pasukan tambahan tersebut akan ditempatkan di Goma guna mengamankan kota penting pusat perdagangan dan bisnis di wilayah Timur Kongo itu.
Untuk mengantisipasi keadaan yang kurang kondusif tersebut, Kontingen Garuda XX-F sejumlah 175 orang yang tersebar di 3 wilayah berbeda (Dungu, Bunia dan Beni) semakin meningkatkan kewaspadaannya dengan mengadakan simulasi latihan terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Disamping tugas utamanya untuk memberikan bantuan Zeni kepada Monuc (Misi PBB di Kongo), pasukan TNI tetap mengutamakan faktor keamanan dengan tetap berpegang kepada MOU (Memorandum of Understanding), SOP (Standard Operating Procedure) dan ROE (Rule of Engagement) yang telah ditetapkan PBB.
Saat ini, Kontingen Garuda XX-F dibawah pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo tengah melaksanakan pekerjaan pembuatan Bandara Dungu, perbaikan Bandara Mavivi di Beni dan pekerjaan pembuatan Lapangan Tembak bagi FARDC (Tentara Nasional Negara Republik Demokrasi Kongo) di wilayah Nyaleke. Kesemua wilayah tugas Kontingen Garuda tersebut berada di kawasan Timur Kongo yang dilanda konflik berkepanjangan. Beberapa kali pekerjaan terpaksa dihentikan karena adanya kontak senjata antara pasukan pemberontak dengan FARDC, khususnya di wilayah Dungu yang merupakan wilayah perbatasan Kongo dengan Negara Sudan .
Untuk melaksanakan tugas-tugas Zeni tersebut, Kontingen Garuda XX-F/Monuc dibekali dengan alat-alat berat meliputi excavator, dozer, crane, grader, loader, walles, dump truck, fork lift dan alat berat lainnya. Kontingen Garuda XX-F merupakan kontingen keenam yang dikirim ke Negara Kongo sejak misi Monuc dimulai tahun 2003 sebagai upaya PBB untuk menghentikan konflik di negara yang kaya akan sumber daya alam itu. (Pa Pen Konga XX-F/MONUC/Dispenad)
Senin, 10 November 2008
PASUKAN TNI MENINGKATKAN KEWASPADAAN TERKAIT MENINGKATNYA GANGGUAN KEAMANAN DI WILAYAH TIMUR KONGO
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Tim Petembak TNI Angkatan Darat berhasil mengukir prestasi sebagai Juara Umum Lomba Tembak Asean Army Rifle Meet (AARM)-18 tahun 2008, di ko...
-
Jakarta - Komandan Pusat Pendidikan (Pusdik) Kopassus Kolonel Ricky Samuel menjadi salah satu korban tewas akibat jatuhnya heli TNI AD Bolko...
-
MENTERI Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengakui masih ada nepotisme maupun korupsi di tubuh Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI. Na...
-
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI bidang Pertahanan, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Minggu (7/6), mengungkapkan, armada perang Republ...
-
P2 Komando produksi Surya Sentra Ekajaya JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan industri pertahanan ...
-
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan Universitas Pertahanan Indonesia atau Indonesian Defense University yang dipraka...
-
SEBATIK - Sejumlah anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, melakukan terjun tempur freefall dari pesawat Casa NC-212 milik...
-
Latihan Bersama (Latma) Operasi Udara antara TNI Angkatan Udara dengan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah berakhir yang ditandai den...
-
Ada jagoan terbaru saat mengunjungi stand BUMN Industri Strategis dalam pameran Indo Defence & Aerospace 2008 di Bandara Halim Perdanaku...
-
SURABAYA - Enam perwira Angkatan Laut (AL) Singapura mengunjungi markas komando (mako) Brigif-1 Marinir di Gedangan, Sidoarjo, Rabu (30/6). ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar