Magelang (ANTARA News) - Pihak TNI mengusulkan kepada pemerintah tentang kenaikan penghasilan prajurit terkait dengan kebijakan penghapusan bisnis TNI, dalam rangka peningkatan kesejahteraan prajurit, kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.
"Kita mengusulkan kepada pemerintah untuk adanya perbaikan penghasilan, baik berupa ULP (Uang Lauk Pauk) maupun gaji prajurit dan PNS yang bertugas di instansi militer, tentu itu yang kita harapkan," katanya, usai membuka Lomba Peleton Tangkas tahun 2008 di Lapangan Tembak Akademi Militer, di kawasan Pegunungan Menoreh, Desa Plempungan, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, di Magelang, Senin.
Ia mengatakan, peningkatan kesejahteraan prajurit TNI juga diharapkan dari pemerintah melalui kebijakan pemberian insentif secara rutin pada saat Hari Raya Lebaran dan Natal.
Ia menyatakan yakin pemerintah akan memikirkan secara seksama pentingnya peningkatan kesejahteraan prajurit setelah bisnis TNI dihapuskan.
Kebijakan menyangkut penghapusan bisnis TNI, katanya, sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah.
Ia mengatakan, TNI telah mulai melakukan inventarisasi terhadap berbagai bisnisnya selama ini untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah, dalam hal itu Departemen Pertahanan. "Selanjutnya kita tingkatkan kesejahteraan prajurit tentunya," katanya.(sumber)
Senin, 10 November 2008
Gaji Prajurit Diusulkan Naik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar