
“Seneng, bisa melihat pesawat dari deket pesawatnya kecil…” itulah celotehan Angga murid Taman Kanak-Kanak Kartika V/49 Jl. Alianyang Pontianak yang sedang berkunjung ke Skadron Udara 1 Lanud Supadio bersama 35 teman-temannya, Kamis (18/12).
Kunjungan ini bertujuan supaya anak-anak bisa lebih tahu dari dekat seperti apa pesawat yang sering mereka dengar ketika belajar di kelas tiba-tiba suaranya muncul melintas di langit khatulistiwa, ungkap salah satu guru dari 5 guru yang mendampingi mereka. Selain dapat melihat langsung dari dekat pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 1 Lanud Supadio, para murid juga diperbolehkan naik ke dalam cokpit (red. tempat duduk pilot) secara bergantian, agar para murid bisa membayangkan gimana kalau jadi seorang penerbang/pilot. Dengan antusias dan semangat para murid mengantri menunggu giliran masuk ke dalam cokpit.
Harapan bu Sulis guru yang mendampingi mereka “Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini mereka akan lebih tertarik tentang kedirgantaraan sehingga kelak nanti dewasa akan lebih mencintai dan mau menjaga dirgantara Indonesia.(Sumber)
Jumat, 19 Desember 2008
ASYIK AKU MELIHAT PESAWAT TEMPUR DARI DEKAT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar