
JAKARTA - TNI Angkatan Udara dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/ RAAF) sepakat meningkatkan kerja sama kedua pihak yang telah terjalin baik selama ini, baik dalam bidang operasi maupun pendidikan serta latihan bersama.“Selain mempererat silahturahmi, juga untuk meningkatkan kerja sama yang telah ada,” kata Kepala Penerangan Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II Mayor Sus Sonaji Wibowo, usai pertemuan Panglima Koopsau II Marsekal Muda Yushan Sayuti dan Atase Udara Australia Kolonel Raymond Press, di Makassar, Jumat(3/4).
Selama ini, kerja sama TNI AU dengan Angkatan Udara Australia antara lain ditandai dengan pelaksanaan latihan bersama “Elang Ausindo” serta patroli maritim bersama di wilayah perbatasan kedua negara guna mencegah kejahatan transnasional semisal illegal fishing, illegal logging, narkotika dan obat-obatan terlarang.
Selain itu, angkatan bersenjata kedua negara juga bekerja sama pertukaran perwira antar kedua angkatan udara. Dalam operasi militer selain perang, TNI AU dan Angkatan Udara Australia terlibat dalam penanganan tsunami di Aceh pada 2004 dan bencana angin siklon di Australia tahun 1974.(Sumber : Media Indonesia)
Sabtu, 04 April 2009
TNI-AU Dan RAAF Sepakat Tingkatkan Kerjasama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar