
BALIKPAPAN - TNI AL menambah kekuatan untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di Blok Ambalat. Senin (22/6), TNI AL bakal mengirimkan KRI Slamet Riyadi-352 yang kini bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, guna menggantikan KRI Makassar-590.
KRI Slamet Riyadi merupakan kapal perang kelas Perusak Kawal Rudal Kelas Ahmad Yani milik TNI AL, kapal ini merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Van Galen F802). Kapal ini telah ditingkatkan kemampuannya pada 1977-1980, termasuk diantaranya pemasangan sistem pertahanan udara, Mistral dan anti permukaan, Harpoon. Selain itu juga dilengkapi dengan torpedo Mk-46.
Kapal itu akan bergabung dengan sejumlah KRI serta kapal kepolisian air dan udara yang sedang berpatroli di Ambalat.
Pengiriman kapal untuk menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia jelang perundingan sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia Juli nanti. Kapal dipimpin Komandan KRI Slamet Riyadi, Letnan Kolonel Laut Taat Siswo Sunarto.
Sumber : METROTVNEWS
Senin, 22 Juni 2009
KRI Slamet Riyadi Dikirim ke Ambalat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar