
Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 saat melaksanakan pemboman kearah target yang ada di lepas Pantai Pacitan. (Foto : Pentak Lanud Iswahjudi).
Tidak mudah untuk meraih gelar sebagai Air Top Gunner (gelar keahlian menembak dengan menggunakan pesawat tempur supersonic). Seperti yang dilakukan Mayor Pnb Firman Dwi Cahyono, ia harus rajin berlatih dengan konsentrasi penuh, disiplin, dan melaksanakan evaluasi setiap usai latihan. Namun demikian, segala sesuatu yang dilakukan dengan serius didasari kedisiplinan tinggi tentu akan memperoleh hasil yang memuaskan pula. Sebagaimana latihan penembakan peluru Air to Air Taxan yang dilaksanakan oleh Wing 3 Lanud Iswahjudi pada tanggal 13 s.d. 22 Juli 2009, Mayor Firman berhasil menunjukkan hasil kerjanya selama ini.
Selama latihan berlangsung, melalui data yang diperoleh, maka dapat dikatakan bahwa Mayor Pnb Firman menjadi penembak paling jitu, dari 200 peluru yang ditembakkan, 198 buah mengenai sasaran, akurasinya hampir 100%. Tak pelak, Firman pun dapat dikatakan sebagai “AIR TOP GUNNER” dalam latihan tersebut. Kelihaian Firman menembak sasaran di udara, tentunya tidak lepas dari usaha kerasnya selama berlatih dan bermanuver dengan pesawat F-16 / Fighting Falcon. Kerja kerasnya tidak sia-sia, Firmanpun menyandang gelar Air Top Gunner kali ini.
Mayor Pnb Firman DC adalah Alumnus AAU tahun 1996 yang saat ini menjabat sebagai Dan Flight Ops “C” Skadron Udara 3. Statusnya dipesawat F-16 dapat dikatakan lengkap yaitu Instruktur, Flight Leader dan juga sebagai Test Pilot pesawat F-16/Fighting Falcon. Bergabung di Skadron Udara 3, sejak tahun 1998 dan sampai saat ini sudah mengantongi 1300 jam terbang dengan pesawat F-16, sehingga Firman memiliki total 2150 jam terbang di berbagai jenis pesawat.
Letkol Pnb Fajar selaku Komandan Skadron Udara 3, merasa puas dan bangga atas prestasi yang telah diraih anak buahnya tersebut. “Firman menjadi Air Top Gunner kali ini, membuktikan bahwa jerih payahnya selama latihan tidak sia-sia. “Saya memang membina dan menempa para penerbang F-16, dengan keras, penuh disiplin dan profesional. Jika mereka belum memenuhi standar, maka akan saya perintahkan untuk mengulangi bahkan tak segan-segan saya menghukum mereka. Itu semua demi profesinalisme penerbang yang muaranya adalah keselamatan terbang atau Safety”, Ujar Fajar.
Kepada Kapentak Lanud Iswahjudi, Letkol Pnb Fajar menegaskan bahwa latihan ini menyuguhkan penembakan peluru (air gunnery) 20 mm yang dimuntahkan dari dua jenis pesawat F-16 dan F-5 dengan sasaran Taxan yang berbentuk tetra plan seperti layang-layang berwarna merah yang ditarik oleh pesawat F-5. Di dalam badan Taxan ini terdapat Radio sensor dan transmiter yang berfungsi mendeteksi peluru yang masuk dalam radius 10 meter lalu memberikan datanya kepada petugas di bawah, sehingga berapa peluru yang mengenai sasaran bisa langsung diketahui saat itu juga.
Alat ini sangat membantu latihan para penerbang tempur di Lanud Iswahjudi, untuk meningkatkan kemampuannya bermanouver dan menembak sasaran di udara. Penerbang secara langsung dapat mengetahui berapa peluru yang ditembakkan tersebut, mengenai sasaran, semakin banyak peluru yang masuk, maka semakin jitu si Penerbang dalam menembak.(Sumber : Dispen TNI-AU)
Jumat, 31 Juli 2009
Mayor Pnb Firman DC Raih Gelar Air Top Gunner
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Fotografer - Rois Jajeli Penghitungan hasil suara Pilgub Jatim mendapat pengamanan super ketat. Selain polisi, Kodam V/Brawijaya juga menur...
-
Jakarta - Meski belum banyak terbukti, TNI sering dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM berat di...
-
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Sumardjono mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memberdayakan In...
-
Jakarta - TNI AL siap siaga menghadapi terorisme di laut. Sejumlah latihan sudah dilakukan demi kesiapan menanggulangi ancaman di wilayah pe...
-
Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Juan Carlos Medina Fernandez yang akan mengakhiri masa tugasnya di Lebanon, secara khusus da...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho young, ...
-
Walau masih dalam taraf penjajakan, kabar TNI AU bakal menerima 24 pesawat tempur Dassault Mirage 200-5 buatan Perancis mulai terdengar ke p...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan Indonesia tetap menerima hibah pesawat tempur F-16 dari pemerintah Amerika S...
-
KRI Frans Kaisiepo-368 SURABAYA - TNI AL kembali mengirimkan Kapal Perangnya dalam misi p...
-
JAKARTA--MI: Pengalihan bisnis TNI harus dilakukan secepatnya oleh pemerintah. Selain menyelamatkan citra TNI hal ini juga untuk menyelamatk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar