SRAGEN - Kamis (17/9) pagi tadi sekitar pukul 10.30 dikhabar kembali terjadi kecelakaan pesawat TNI AU di Kampung Gulon, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pesawat latih jenis AS 202 Bravo itu memakan korban siswa penerbangan TNI Angkatan Udara, Letda Felix, langsung di lokasi kejadian .
Wartawati Kompas dari lokasi kejadian melaporkan, badan pesawat latih yang hancur itu ditutupi terpal coklat. Pesawat itu jatuh di tengah persawahan kering yang sudah tidak ditanami padi lagi.
Sampai pukul 14.30, ratusan warga berdatangan, menyaksikan lokasi jatuhnya pesawat yang sudah dibatasi dengan garis polisi.
Saksi mata, Dinah (30), mengungkapkan, pesawat latih itu terbang sangat rendah di atas atap rumahnya. “Pesawat itu terbang tidak seperti biasanya. Rendah sekali. Lalu, tiba-tiba terdengar suara keras. Rupanya pesawat itu jatuh,” kata Dinah sambil menggendong bayinya yang berusia dua tahun.
Sumber : KOMPAS.COM
Kamis, 17 September 2009
Pesawat Latih AS202 Bravo Milik TNI AU Jatuh di Sragen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar