
Jakarta - Setelah dirawat lama di ICCU RS Zainoel Abidin, Banda Aceh, mantan Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tengku Hasan Tiro (85) menghembuskan napas terakhir. Hasan Tiro yang baru saja menjadi WNI kembali -- setelah sebelumnya pindah sebagai WN Swedia -- itu wafat sekitar pukul 12.12 WIB.
"Iya, Hasan Tiro meninggal dunia," ujar mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ketika dihubungi detikcom , Kamis (3/6/2010). JK Mendapat informasi ini dari mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud.
Saat ini jenazah Hasan Tiro masih berada di RS Zainal Abidin.
JK mendapat kabar awal Hasan Tiro meninggal dari salah seorang anggota juru runding Indonesia, saat perundingan dengan GAM di Helsinki, Finlandia.
Hasan Tiro memiliki nama lengkap Teungku Hasan Muhammad di Tiro, lahir di Pidie, 25 September 1925. Dia pernah menjadi pejabat negara di masa Orla. Dia memproklamasikan kemerdekaan Aceh pada 4 Desember 1976. Dia berjuang untuk Aceh merdeka dari Swedia sejak 1979 dan menjadi warga negara setempat. Di usia tuanya, Hasan memutuskan pulang kampung dan memutuskan melepas paspor Swedianya. (gun/nrl)
Kamis, 03 Juni 2010
Pendiri GAM Hasan Tiro Meninggal Dunia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar