Jakarta - Kerja sama industri pertahanan khususnya menyangkut kapal perang jenis Korvet akan makin dimantapkan antara Indonesia dan Belanda.
“Kerjasama industri pertahanan, terutama kapal perang Korvet, terutama difokuskan adanya alih teknologi kepada para teknisi Indonesia, khususnya personel TNI Angkatan Laut,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.
Iskandar mengemukakan komitmen kerja sama tersebut adalah salah satu hasil kunjungan kerja Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno ke Negeri Kincir Angin pada 18-19 Oktober 2008.
Iskandar yang menyertai kunjungan itu mengemukakan, selama di Belanda Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Belanda yang diterima wakilnya J.G. de Vries.
Selama pertemuan, kedua pihak membahas berbagai kerjasama pertahanan dan militer yang telah terjalin baik antara kedua pihak, tidak saja dalam bidang pendidikan perwira kedua angkatan bersenjata tetapi juga kerjasama industri pertahanan, khususnya kapal perang Korvet.
Rangkaian kunjungan kerja juga diisi dengan pemberangkatan Kapal Perang Korvet jenis Kelas Sigma ketiga TNI AL dari galangan kapal Royal Schelde Naval Shipbuilding di Vlissingen , Belanda ke Indonesia.
“Diperkirakan, kapal korvet ketiga yang diberi nama KRI Iskandar Muda itu akan tiba di Indonesia pada 2 Desember 2008 dan akan ditampilkan pada HUT TNI AL pada 5 Desember 2008,” katanya.
Sesuai Renstra TNI AL 2003-2013, TNI AL membeli empat kapal korvet jenis Kelas Sigma dari negeri `Kincir Angin` itu. Pembelian keempat kapal dilakukan dalam dua tahap.
Semula dua kapal pada tahap pertama dibuat di Belanda, sedangkan dua sisanya dilakukan oleh PT PAL dengan sebelumnya mengirim para teknisi TNI AL untuk mempelajari teknologi kapal korvet.
Penamaan dua korvet Sigma I dan II dilakukan saat kunjungan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto ke Belanda pada 14 -18 September 2006 di galangan kapal Vlissingen, Belanda.
Kapal korvet Sigma Class I dan II, yang masing-masing diberi nama KRI Diponegoro dan KRI Hasanuddin, tiba di Indonesia pada 2007 dan awal 2008. Kedua kapal itu kini ditempatkan di Armada RI Kawasan Timur (Armatim) TNI AL Surabaya.
Sedangkan penamaan korvet Sigma III dilakukan oleh Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto saat berkunjung ke Negeri Kincir Angin. Korvet Sigma III itu diberi nama KRI Sultan Iskandar Muda dan juga akan ditempatkan di Armatim.
Selain membahas kelanjutan kerjasama industri kapal perang Korvet, dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang peran TNI dalam misi perdamaian PBB di beberapa daerah konflik seperti Kongo dan Lebanon Selatan.(antara)
Senin, 20 Oktober 2008
Indonesia-Belanda Mantapkan Kerjasama Industri Kapal Perang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Fotografer - Rois Jajeli Penghitungan hasil suara Pilgub Jatim mendapat pengamanan super ketat. Selain polisi, Kodam V/Brawijaya juga menur...
-
Jakarta - Meski belum banyak terbukti, TNI sering dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM berat di...
-
JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Sumardjono mengatakan bahwa sudah saatnya Indonesia memberdayakan In...
-
Jakarta - TNI AL siap siaga menghadapi terorisme di laut. Sejumlah latihan sudah dilakukan demi kesiapan menanggulangi ancaman di wilayah pe...
-
Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir Jenderal Juan Carlos Medina Fernandez yang akan mengakhiri masa tugasnya di Lebanon, secara khusus da...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho young, ...
-
Walau masih dalam taraf penjajakan, kabar TNI AU bakal menerima 24 pesawat tempur Dassault Mirage 200-5 buatan Perancis mulai terdengar ke p...
-
JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan Indonesia tetap menerima hibah pesawat tempur F-16 dari pemerintah Amerika S...
-
KRI Frans Kaisiepo-368 SURABAYA - TNI AL kembali mengirimkan Kapal Perangnya dalam misi p...
-
JAKARTA--MI: Pengalihan bisnis TNI harus dilakukan secepatnya oleh pemerintah. Selain menyelamatkan citra TNI hal ini juga untuk menyelamatk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar