103 prajurit Satuan Tugas (Satgas) Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVI-A/UNIFIL sebagai advance team berangkat ke Lebanon mengunakan pesawat Qatar Airways dengan tiga sorty di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pada sorty pertama, Kamis malam (30/10) diberangkatkan 10 personel yang dipimpin langsung oleh Dansatgas Kolonel Mar F. Saut Tambatua, sorty kedua, Jumat (31/10) diberangkatkan 47 personel, sorty ketiga dan Sabtu (1/11) diberangkatkan 46 personel.
Advance team berangkat mendahului main body dikarenakan dengan berakhirnya masa tugas Kontingen Ghana yang akan digantikan di Lebanon segera usai, maka PBB mengajukan permohonan kepada Indonesia untuk segera mengirimkan Key Person Konga XXVI-A lebih awal untuk pelaksanaan Handing Taking Over.
Sementara itu, untuk peralatan Satgas FHQSU telah berangkat lewat laut, Minggu (26/10) menggunakan kapal laut MV Ice Star yang diperkirakan tiba di Bairut Port–Lebanon dua minggu sejak keberangkatan.(Sumber)
Minggu, 02 November 2008
Advance Team Konga XXVI-A Berangkat Ke Lebanon
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar