JAKARTA--MI: Enam Kapal Republik Indonesia (KRI) dikerahkan ke blok Ambalat, Kalimantan Timur oleh TNI AL. Markas Besar TNI melalui Kepala Pusat Penerangan Marsekal Muda Sagom Tamboen menyatakan pengerahan tersebut hanya merupakan patroli rutin yang dilakukan oleh TNI dalam upaya menjaga kedaulatan negara.
"Itu adalah patroli rutin di daerah Amabalat. Pengerahan enam KRI ke sana karena wilayah yang diawaki tidak di satu titik. Ambalat kan luas," kata Sagom saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Selasa (11/11).
Sagom melanjutkan jika di Ambalat ada pasukan Malaysia yang sedang patroli dikatakan memasuki teritori Indonesia ataupun sebaliknya, memang merupakan kejadian nyata di lapangan. Tapi, ia mengingatkan janganlah hal itu dikatakan sebagai ancaman.
"Ancaman memang selalu diantisipasi. Tapi, sepanjang yang saya tahu tidak ada ancaman yang dimaksud dengan musuh mau menyerang kita," lanjut Sagom.
Namun demikian, Sagom menegaskan pasukan TNI akan tetap mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga, jika ada pihak yang berniat untuk mencaplok wilayah, hal itu menjadi penanda terjadinya perang terhadap kedaulatan. (*/OL-02)
Selasa, 11 November 2008
Enam Kapal Patroli Dikerahkan ke Blok Ambalat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar