Moskow (ANTARA News) - Rosoboronexport telah menandatangani persetujuan untuk menjual enam jet tempur Su-30 Flanker-C dan 18 tank amfibi BMP-3 kepada Indonesia, kata seorang pejabat pada monopoli ekspor senjata Rusia baru-baru ini.
Direktur Program Khusus Rosoboronexport, Nikolai Dimidyuk, mengatakan Indonesia juga dapat membeli pesawat-pesawat tempur Rusia lainnya dan juga helikopter tempur Mi-17 dan Mi-35.
"Indonesia masih sangat tertarik dengan pesawat sayap putar dan tetap," katanya kepada Ria Novosti.
Ia menyatakan keyakinan Kementerian Keuangan Rusia akan segera menyetujui pinjaman senilai 1 miliar dolar kepada Indonesia. "Kami yakin pinjaman ini akan digunakan untuk membeli senjata," ujar Dimidyuk.
Ia menambahkan bahwa Indonesia telah meminta Rusia memodernisasi persenjataan dan peralatan era Sovietnya. "Semua senjata buatan Soviet yang dimilikinya sudah usang," katanya. (sumber)
Jumat, 14 November 2008
Indonesia Beli 6 Jet Tempur Su-30 dan 18 Tank Amfibi dari Rusia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar