JAKARTA (Bisnis.com): Minat pengunjung menyaksikan pameran IndoDefence & IndoAerospace 2008 cukup tinggi, terlihat membludaknya pengunjung pada hari ketiga dan keempat hari ini.
Pameran alat pertahanan dan kedirgantaraan 2008 ini berlangsung di Bandara Halim Perdanakusuma dari 19 November-22 November yang dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla.
Hari pertama hingga hari ketiga khusus untuk undangan, pebisnis dan profesional. Untuk umum baru dibuka pada hari terakhir sabtu hari ini.
Pengamatan Bisnis di lokasi pameran, pagi ini jumlah pengunjung dari undangan dan profesional seperti anggota TNI dari berbagai kesatuan mencapai ribuan orang.
Berbagai alat pertahanan dan kedirgantaraan produk dan model terbaru menarik minat pengunjung, khusus di stan senjata pengunjung sangat ramai.
Pameran ini sudah ketiga kali di gelar di Indonesia. IndoDefence & IndoAerospace 2008 ini diikuti 400 perusahaan dari 37 negara, semenatara dari Indonesia 14 BUMN Industri strategis tampil di arena pameran.(api
Sabtu, 22 November 2008
Minat pengunjung IndoAerospace 2008 tinggi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar