Secara resmi tugas pengamanan Naqoura Extension yang merupakan bagian dari perluasan fasilitas di lingkungan Markas Besar UNIFIL di Lebanon akan dilakukan oleh Indonesian Force Protection Company yang merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVI-A dibawah pimpinan Kolonel Mar F. Saut Tambatua.
Saat ini pengamanan Naqoura Extension masih dilaksanakan oleh Italian Battalion yang berada dibawah Sector West. Untuk mendukung kesiapan pelaksanaan tugas tersebut akan direlokasikan 7 unit Kendaraan Tempur (Ranpur) VAB yang saat ini berada di Batalyon Mekanis Konga XXIII-B.
Untuk pengenalan tugas-tugas yang nantinya akan dilaksanakan, pada hari Rabu (12/11), satu Tim dari Indonesian Force Protection Company mulai melaksanakan latihan pengamanan gerbang utama (POLOG Gate) bersama Italian Force Protection Company. (Puspen TNI/Dispenad)
Kamis, 13 November 2008
TNI SIAP MENGAMANKAN MABES UNIFIL DI LEBANON
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar