Guna mendukung tugas pengamanan sejumlah Pulau Terluar Indonesia, Korps Marinir berencana membangun fasilitas pendukung berupa barak prajurit, dapur dan pos tinjau di sejumlah pulau yang tanggung jawab pengamanannya dibebankan kepada prajurit Korps Marinir.
elaksanaan pembangunan fasilitas Pos-pos Pulau Terluar tersebut akan segera terealisasi. Embarkasi material telah dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 14 Desember 2008 lalu, sedangkan embarkasi Personel akan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 yang akan dimuat dengan KRI Teluk Langsa (501).
Resimen Bantuan Tempur – 2 Marinir yang saat ini dipimpin Letnan Kolonel Eddy Setiawan mendapat kepercayaan dari Komandan Pasmar – 2 untuk melaksanakan pembangunan Pos-pos tersebut. Sedangkan pembangunan Pos-pos di tiap-tiap Pulau akan dipimpin oleh Perwira Batalyon Zeni – 2 Marinir yakni Pulau Nipah dipimpin oleh Letda Mar Rudi Suharto, Pulau Berhala oleh Letda Mar Febri Kapoh dan Pulau Rondo dipimpin oleh Letda Mar Syamsu Rizal.(sumber)
Rabu, 17 Desember 2008
KORPS MARINIR BANGUN FASILITAS POS-POS TERLUAR
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
MAKASSAR - Sebanyak tiga pesawat jet tempur Sukhoi seri SU-30MK2 resmi diserahkan Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, untuk meleng...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar