Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pengamanan di Indonesia diperketat terkait ledakan bom dan serangan teroris di Mumbai, India. Meski permintaan itu wajar dan sah-sah saja, namun sebenarnya Presiden tidak perlu cemas karena aparat TNI, Polri, dan intelejen cukup solid untuk melindungi masyarakat.
"Kalau Presiden sudah merasa cemas dengan keamanan negaranya, wajar pernyataan yang meminta aparat keamanan untuk waspada tersebut," ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (1/12/2008).
"Saya kira posisi TNI dan Polri serta aparat intelejen masih cukup solid dan cermat untuk melindungi masyarakat dan wilayah negaranya. Jadi saya kira Presiden tidak perlu terlalu cemas," lanjutnya.
Menurut Tjahyo, baik TNI maupun Polri telah waspada terhadap terorisme. Para pimpinan TNI dan Polri telah memberikan instruksi ke bawahan untuk selalu waspada terkait adanya sinyal-sinyal bahaya terorisme.
Selain itu, Tjahyo meminta pemerintah dan aparat bertindak tegas dalam menghadapi aksi terorisme semacam itu. Hal itu penting karena aksi terorisme akan menjadi ancaman bagi masyarakat dan negara. "Sikap siapa lawan siapa kawan harus diterapkan oleh aparat dan pemerintah terhadap siapapun yang mengancam masyarakat dan negara Indonesia," tandasnya.(sumber)
Selasa, 02 Desember 2008
Presiden Tak Perlu Cemaskan Serangan Teroris
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Salah satu Rangkaian Latihan Bido Gesit 2010 Lanud Pekanbaru yaitu rebut cepat Pangkalan yang di kuasai musu...
-
JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menerima Kontingen petembak TNI AD usai mengikuti perlombaan...
-
Jakarta - Kementerian Pertahanan Indonesia dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Kamis, menandatangani Penataan Kerangka Kerja bagi Keg...
-
Beberapa rudal dan munisi Sukhoi YOGYAKARTA - TNI AU akan membeli persenjataan berupa rudal dan amunisi udara senilai 90 juta dolar untuk pe...
-
PUSPEN TNI - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah menjadi model gerakan pembangunan masyarakat pedesaan yang bersifat “bottom up”, dala...
-
detikNews-Yogyakata - Saat melakukan penangkapan terhadap kelompok Abdullah Sunata Cs, Densus 88 menggerebek dua lokasi. Dari dua lokasi ter...
-
(Adshit Al Qusayr, 26/10) Menjelang purna tugas sebagai Sector East Commander (Komandan Sektor Timur) UNIFIL, Brigadir Jenderal Medina Ferna...
-
Program pengadaan pesawat MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) RMAF Malaysia tengah memasuki tahap tender akhir, salah satu kandidat pesaw...
-
JAKARTA - PT Pindad hari ini kembali menyerahkan 33 unit Panser APS-2 kepada Kementerian Pertahanan. 20 panser akan digunakan TNI-AD di dala...
-
Jakarta - Tim Robot Universitas Komputer Indonesia (Unikom) berhasil mempertahankan gelarnya sebagai jawara di RoboGames. Robot DU 114 berha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar