
Kapal Selam U-214 Jerman, dalam pertemuan kedua delegasi pengadaan Kapal Selam untuk TNI AL juga dibahas
JAKARTA - Senin (17/5) kemarin Delegasi dari Indonesia dan Jerman bertemu dan menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta, kesepakatan yang di capai dalam pertemuan pertama konsultasi dwipihak Indonesia-Jerman yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta menyebutkan bahwa seluruh kerjasama pertahanan kedua negara akan tercantum dalam sebuah Perjanjian Kerjasama Pertahanan (DCA), yang saat ini sedang dirundingkan.
Selain membahas mengenai pentingnya payung hukum bagi kerjasama pertahanan, pertemuan itu juga membahas langkah-langkah pelaksanaan program kerjasama bilateral untuk penguatan lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia.
Dalam kaitan ini kedua delegasi memandang perlu untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan program kerjasama untuk mendukung proses desentralisasi di Indonesia, terutama dalam peningkatan kapasitas pemerintahan daerah dalam pelayanan publik sesuai dengan Rencana Pembangunan Nasional Indonesia.
Kedua delegasi juga mengindentifikasikan langkah-langkah koordinasi untuk pelaksanaan program kerjasama untuk mendukung upaya Indonesia dalam pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan dan kerjasama untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi.
Delegasi Indonesia dalam pertemuan itu dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, Retno L. P. Marsudi, sedangkan delegasi Jerman dipimpin oleh Direktur Jenderal urusan Asia dan Pasifik Kemlu Jerman, Cyrill Jean Nunn.
Secara umum pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara sebagai tindak lanjut dari hasil-hasil kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Berlin pada Desember 2009, selain isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama. Namun secara rinci tidak disebutkan apa-apa saja hasil kesepakatan yg dicapai antara dua delegasi tersebut.
Jerman Bangun Pangkalan Militer?
Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga mantan Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Abdillah Toha, saat dimintai keterangan sehubungan dengan tercapainya kesepakatan RI-Jerman untuk membahas kerjasama di bidang pertahanan (militer) kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (18/5) mengatakan bahwa Pemerintah seharusnya menolak berbagai bentuk kerjasama untuk membangun rencana Jerman membangun aliansi militer atau pangkalan militer di Indonesia.
"Pokoknya, selama kerjasama itu tidak menyangkut aliansi dan pangkalan militer, menghormati kedaulatan teritorial masing-masing dan lebih menekankan kepada kerjasama di bidang pendidikan (militer), teknologi dan pertukaran informasi, itu tak masalah," kata mantan Anggota Komisi I DPR RI ini.
Sumber : DEPHAN
Senin, 24 Mei 2010
RI-Jerman Sepakat Kerjasama Pertahanan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
KRI Tanjung Kambani-971 dengan Komandan Letkol Laut (P) OC. Budi Susanto mengangkut personel pasukan khusus kembali ke satuan induk setelah...
-
Jakarta - Terorisme saat ini telah menjadi ancaman global. Para pelakunya adalah orang-orang yang gemar dengan aksi-aksi radikal. Untuk memb...
-
Ramadhian Fadillah - detikNews Jakarta - Tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945...
-
Satu Flight pesawat tempur F-16 yang berhome base di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun, Selasa (9/12) tiba di Lanud Sultan Hasanuddin d...
-
Pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis F-16 Fighting Falcon, F-5 E Tiger Pangkalan TNI AU Iswahyudi Madiun dan K-1 B Woong Bee jenis pesaw...
-
Satuan Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Timur (Satpaskaarmatim) menggelar latihan Jala Giri Yudha, Selasa (11/11) di sekitar Daerah B...
-
SURABAYA - Sejumlah kru pesawat P3C Orion milik US Navy, turun dari pesawat disambut sejumlah anggota TNI AL di Apron Base Ops Lanudal Juand...
-
Jakarta, Indonews -- Pengamat politik LIPI Dr Hermawan Sulistio, di Jakarta, Sabtu, mempertanyakan kemampuan negara membiayai kegiatan wajib...
-
SURABAYA - Korvet SIGMA KRI Diponegoro-365, dipastikan jadi dikirim ke Lebanon untuk membantu pasukan perdamaian PBB yang bertugas di daerah...
-
JAKARTA - Dua unit pesawat jet tempur Sukhoi baru TNI Angkatan Udara (AU) yang tiba di Indonesia pada 26 Desember 2008, kini mulai menjalani...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar