JAKARTA - Eurocopter, perusahaan yang bergerak di bidang ruang angkasa, pertahanan, dan jasa terkait membuka anak usahanya di Indonesia, Rabu (19/11). Perusahaan itu bernama Eurocopter Indonesia. Eurocopter yang didirikan pada 1992 oleh Prancis, Jerman, dan Spanyol ini adalah anak usaha dari EADS.
Anak perusahaan ini berkedudukan di Jakarta. Kelak, anak perusahaan dimaksud memiliki 70-100 karyawan pada akhir 2009. Kantor ini akan menangani kegiatan penjualan dan menyediakan layanan bagi pelanggan di Indonesia, khususnya dari kalangan pemerintah, melalui kerja sama dengan PTDI.
Di Tanah Air, Eurocopter bukanlah terbilang pemain baru. Sejak 30 tahun lalu, Eurocopter sudah bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Waktu itu, Eurocopter mendapat izin produksi 118 buah helikopter seri BO 105.
Masih di tahun ini, pada 21 Oktober lalu, Eurocopter dan PTDI menandatangi sebuah perjanjian kerja sama baru membangun jaringan perakitan lokal untuk pembuatan rangka helikopter Super Puma MK. Peran baru yang dijalankan oleh PTDI dalam jaringan Global Supply Chain Eurocopter berasal dari keberhasilan kerja sama yang panjang di antara kedua badan usaha tersebut. (sumber)
Kamis, 20 November 2008
Eurocopter Buka Anak Usaha di Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
SURABAYA - Sulit terealisasinya pemenuhan kebutuhan Alutsista (alat utama sistem pertahanan) TNI terutama kebutuhan kapal perang oleh produk...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar