Jakarta - Perusahaan senjata milik negara Rusia Rosoboronexport menyatakan siap meningkatkan kerjasama termasuk dalam alih teknologi dengan pelaku dan pengguna industri sarana pertahanan Indonesia.
Salah satu direktur pada Rosoboronexport Nikolay M Dimiduk di sela-sela pameran pertahanan dan dirgantara Indonesia 2008 di Jakarta Kamis mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara pengguna produk-produk Rusia yang terpercaya seperti halnya negara lainnya.
"Kami selalu siap untuk bekerjasama dengan negara lain, termasuk untuk alih teknologi hingga memberikan lisensi bagi negara tertentu untuk produk kami diproduksi di negara tersebut," katanya.
Khusus dengan Indonesia, lanjut Dimiduk, Rusia dan Indonesia telah memiliki berbagai bentuk kerjasama yang berjalan baik termasuk bidang pertahanan dan militer.
Selain alih teknologi, pihak Rosoboronexport juga siap untuk menghasilkan produk bersama dan riset untuk pengembangan persenjataan serta sarana pertahanan lainnya.
Rosoboronexport telah menandatangani persetujuan pembelian enam pesawat tempur Su-30 Flanker-C dan 18 kendaraan tempur infantri BMP-3, helikopter Mi-17 dan Mi-35 kepada Indonesia.(sumber)
Jumat, 21 November 2008
Rosoboronexport Siap Alih Teknologi untuk Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
JAKARTA - Untuk lebih mampu menjamin stabilitas keamanan dan tegaknya hukum di laut yurisdiksi nasional, maka diperlukan segera membentuk co...
-
SURABAYA - Sulit terealisasinya pemenuhan kebutuhan Alutsista (alat utama sistem pertahanan) TNI terutama kebutuhan kapal perang oleh produk...
-
TNI-AL Siapkan Personel & Kapal Patroli untuk Coast Guard SURABAYA - Penanganan keamanan laut saat ini dilakukan oleh banyak institusi s...
-
Jakarta - Satu unit pasukan antiteror TNI AU Detasemen Bravo (Den Bravo) berhasil merebut Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakus...
-
MAKASSAR - Dalam jumpa pers saat serah terima Sukhoi senin (2/2), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov menekankan, persenjataan...
-
JAKARTA - Pengadaan satu unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan TNI AL kepada PT PAL Indonesia senilai 220 juta dolar AS, masih m...
-
Tujuh perusahaan dari lima negara menyatakan minatnya membangun kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) TNI AL. KASAL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatn...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar