
JAKARTA - "Saya pernah mendapat tugas pukul dua malam ke Papua tanpa pemberitahuan sebelumnya sesuai dengan motto pasukan Gultor Siap, Setia, Berani," kata Wisnu Djoko Hadianto (28) kepada ANTARA News, Kamis (11/3), usai Latihan Gabungan Antiteror TNI/Polri di Monas, Jakarta Pusat.
Wisnu (28) adalah anggota Satuan Anti Teror 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pangkatnya Sersan Satu. Bergabung dengan kesatuan ini pada 2004.
Wisnu adalah seorang dari sekelompok orang-orang sangat terlatih dari TNI dan Kepolisian, yang menjadi pemukul pertama manakala negeri dan rakyat harus menghadapi pengacau dan peneror kedaulatan, keutuhan dan keamanan negara ini.
Sebagaimana rekan-rekannya di satuan elite itu, dan juga satuan-satuan anti teror lainnya, pria berdarah jawa yang mulai berkarir di Satuan 1 Kopassus, Serang, tahun 2002. Tugasnya, harus selalu siap melawan dan menaklukan teror dalam bentuk apapun dan menjaga stabilitas nasional.
"Menjadi prajurit Komando merupakan panggilan jiwa dan saya terinspirasi dari ayah saya yang juga ABRI," kata Wisnu.
Kepada ANTARA News, Wisnu berbagi satu cerita yang membekas pada dirinya, yaitu selama tujuh bulan mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Jawa Barat.
"Jika saja saya disuruh mengulangi lagi hari-hari pelatihan tersebut, saya tidak akan mau," katanya, menggambarkan sangat beratnya latihan yang harus dijalani buat seorang yang akan menjadi anggota unit elite ini.
Bukan hanya keterampilan tempur serta siap fisik dan mental, para elite ini diajarkan kedisiplinan amat teramat tinggi.
Ada beberapa kata yang terus terngiang di telinganya ketika memulai pendidikan, "Kalau ragu, kembali saja sekarang juga."
Wisnu pernah ditugaskan di Aceh pada 2004 dan Papua pada 2007-2009 dalam sebuah operasi khusus yang berbeda-beda.
Pada 2004, dia pernah ngobrol dengan salah seorang anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di kedai kopi. Di jam lainnya, ketika mereka bertemu lagi, ceritanya pasti akan lain. "Dalam perang ada dua pilihan membunuh atau terbunuh," katanya.
Sewaktu bertugas di Papua dalam operasi tertutup, dia ditugasi mengubah opini masyarakat agar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Warga sudah terkontaminasi dengan Bintang Kejora (gerakan separatis) dan kami berupaya bagaimana mereka kembali ke Merah Putih," katanya.
Satuan anti teror Gultor adalah pasukan antiteror pertama Indonesia yang diilhami oleh keberhasilan operasi anti pembajakan Garuda Woyla tahun 1981 di Dong Muang, Thailand.
Satu grup pasukan elite ini yang terdiri dari sepuluh prajurit berketerampilan berbeda, mulai dari penembak jitu, pelempar granat, penjinak bom, pemukul, pendobrak pintu dan ahli teknik.
"Setelah pendidikan usai, ada ujian psikotes untuk mengetahui spesifikasi keterampilan kita," ungkap Wisnu yang ternyata dirinya spesialisasi di penyerbuan lewat udara.
Pasukan elite Jerman CSG 9 bisa disebut "benchmark' buat Kopassus. Setelah Gultor, menyusul lahir satuan antiteror lain, seperti : Detasemen Jala Mengkara (AL), Den Bravo (AU) dan yang terakhir Detasemen Khusus 88 (Polri).
"Kami mempunyai tanggungjawab yang besar akan nama yang disandang dan menginspirasi pasukan antiteror yang lain," kata Wisnu bangga.
Pada beberapa kesempatan, prajurit komando ini juga berlatih dengan pasukan khusus negara asing. Sebut saja Navy SEAL Amerika Serikat atau dengan SASR Australia.
Reputasi Kopassus telah mendunia dan mengundang decak kagum dunia.
Beliau menceritakan ucapan seorang anggota pasukan khusus Australia SASR, ketika Kopassus dan SASR, berlatih bersama "Ada dua hal yang di takuti dari Kopassus, pertama sejarah pertempurannya dibeberapa operasi khusus, kedua 'crazy-nya', semua berani mati demi tugas!" kata Wisnu sambil menyilangkan jarinya di jidat.
Sumber : ANTARA
Jumat, 12 Maret 2010
Wisnu dan Satuan Anti Teror 81 Gultor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
American soldiers from the 6th Squadron, 4th Cavalry exchanged fire with insurgent fighters from the combat outpost Lowell near Kamu, Afghan...
-
CIKEAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan yang selama ini disebut banyak pihak masih minim dibandingkan kebu...
-
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pengamanan di Indonesia diperketat terkait ledakan bom dan serangan teroris di Mum...
-
Komandan Grup-3 Komando Pasukan Khusus Kolonel Inf H.P. Lubis menjadi Inspektur Upacara pada pembukaan Latma Tiger-XII TA 2008, Senin (3/11)...
-
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo memberikan ceramah pembekalan kepada Perwira Tinggi di jajaran Kep...
-
Bangkok, (ANTARA News) - Perdana Menteri Thailand Somchai Wongsawat, Sabtu, mengatakan ia yakin perundingan dengan pemerintah Kamboja untuk ...
-
Walau masih dalam taraf penjajakan, kabar TNI AU bakal menerima 24 pesawat tempur Dassault Mirage 200-5 buatan Perancis mulai terdengar ke p...
-
Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin kedatangan keluarga baru. Tak lain yakni 2 pesawat jet Shukoi dengan tipe SU 30 MK2 asal...
-
Anggota TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Kongo (Monuc), terlibat dalam operasi Search and Arrest bersama tiga negara lain ...
-
Latihan Bersama (Latma) Operasi Udara antara TNI Angkatan Udara dengan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah berakhir yang ditandai den...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar